Newest Post
Ular bangkai laut adalah sejenis ular berbisa yang berbahaya. Me
miliki nama ilmiah Trimeresurus albolabris, ular ini juga dikenal dengan nama-nama lain seperti oray bungka, oray majapait (Sd.), ula bangka-laut atau ula gadung luwuk (Jw.), tarihu (Dompu), dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris disebut dengan nama white-lipped tree viper, white-lipped pit-viper atau bamboo pit-viper.
Ular
ini juga dinamai ular hijau karena warna tubuhnya. Namun penamaan ini
bisa menyesatkan, karena cukup banyak jenis-jenis ular pohon yang
berwarna hijau, seperti halnya ular pucuk (Ahaetulla spp.) dan ular bajing (Gonyosoma oxycephalum) yang tidak berbahaya.
Ular bangka
i
laut termasuk ular yang agresif, mudah merasa terganggu dan lekas
menggigit. Ular ini merupakan penyumbang kasus gigitan ular terbanyak,
yakni sekitar 50% kasus di Indonesia (Kawamura dkk. 1975, seperti dikutip dalam David and Vogel, 1997). 2,4% di antaranya berakibat fatal.
Menurut
pengalaman, ular ini biasanya menggigit para pencari kayu bakar,
pencari rumput atau gembala yang tengah berjalan di hutan. Keyakinan
orang-orang desa di Dompu, Sumbawa, ular
ini menggigit sebab merasa terganggu. Ketika serombongan orang lalu di
hutan, orang pertama yang lewat dan secara tak sengaja menyenggol dahan
tempat tidur ular tarihu ini biasanya selamat, tak digigit. Ular itu hanya terbangun dan berwaspada. Orang kedua atau ketigalah yang biasanya tergigit.
Seperti umumnya ular bandotan (viper),
ular bangkai laut ini memiliki bisa yang berbahaya. Bisa ini
disuntikkan ke tubuh korbannya melalui sepasang taring besar melengkung
yang beralur di tengahnya. Meski demikian, tidak semua gigitan ular
disertai dengan pengeluaran bisa. Gigitan ‘kering’, yang bersifat
refleks atau peringatan, biasanya tidak disertai bisa dan karenanya
tidak membahayakan. Gigitan ‘kering’ ular ini tidak menimbulkan
gejala-gejala keracunan seperti yang diuraikan di bawah.
Bisa
ular ini, dan umumnya ular Crotalinae, bersifat hemotoksin, merusak
sistem peredaran darah. Gigitan ular ini pada manusia menimbulkan rasa
sakit yang hebat, dan kerusakan jaringan di sekitar luka gigitan. Dalam
menit-menit pertama setelah gigitan, jaringan akan membengkak dan
sebagian akan berwarna merah gelap, pertanda terjadi perdarahan di bawah
kulit di sekitar luka. Menyusul terjadi pembengkakan, rasa kaku dan
nyeri yang meluas perlahan-lahan ke seluruh bagian anggota yang
tergigit. Rasa nyeri terasa terutama pada persendian antara luka dan
jantung. Apabila tidak ditangani dengan baik, perdarahan internal dapat
menyusul terjadi dalam beberapa jam sampai beberapa hari kemudian, dan
bahkan dapat membawa kematian.